Google+ Followers

Sabtu, 25 Juni 2011

Jari Hitung Cepat, Jago Matematika Bermodalkan Jari


Tidak seperti metode sempoa dan kumon yang berasal dari negara lain, metode Hitung Jari Cepat ditemukan sendiri oleh Hendra BC. Penerapannya pun lebih mudah. 
Matematika sering kali dianggap sebagai pelajaran yang menakutkan. Tak cuma si anak yang kebingungan, orang tua pun sering dibuat kalang kabut karenanya. Segala daya dan upaya mereka kerahkan bagi anaknya. Mulai dari les sampai mengikuti bimbingan belajar. Semua itu dilakukan agar buah hati mereka mampu menguasai bidang tersebut.
Nah, sekarang ini sudah ditemukan berbagai macam metode belajar berhitung yang praktis dan menyenangkan, mulailah orang mengenal Metode Sempoa yang berasal dari China, yakni dengan cara belajar memahami angka-angka pada biji-biji sempoa, kemudian berkembang lagi penemuan terbaru yang lebih praktis dan efektif yaitu dengan Metode Kumon yang berasal dari Jepang, yaitu suatu metode hitung dengan menghafal biji-biji sempoa itu di dalam otak, sehingga proses hitung-menghitung jauh lebih cepat. Namun kedua metode ini memiliki kelemahan. Jika pada metode Sempoa atau Kumon, kita butuh alat hitung terlebih dahulu (Sempoa) dan lalu menghafalkan biji-biji sempoa tadi di otak kita, maka yang terjadi adalah pembebanan memori otak.
Kita patut bangga bahwasannya diantara kedua metode hitung yang telah disebutkan tadi ada metode lain yang diciptakan oleh putra asli bangsa Indonesia yang bernama Hendra BC sejak tahun 1953 silam. Yaitu berhitung dengan jari tangan. Dengan metode hitung ini berbagai jenis perhitungan angka dapat terjawab. Penemuan tersebut diawali dengan perkalian 6×6, 7×7, 8×8, dan seterusnya yang kemudian dikumpulkan, disosialisasikan, kemudian dikembangkan lagi hingga menjadi perkalian 11×11, 11×12, 11×13, kemudian 15×16, ditambahkan lagi dan seterusnya, sampai sekarang tak terhingga. Di samping menghitung dengan jari beliau juga membuat rumus-rumus mengenai bagaimana berhitung cepat, jadi tidak hanya kalkulator jari tangan tapi juga berhitung dengan cepat termasuk juga untuk logaritma, sinus dan cosinus, kemudian akar pangkat, sampai sigma.
Pada akhirnya, penemuan itu mulai dituangkannya ke dalam bentuk buku pada tahun 1960an dengan nama buku ABC (Aneka Berhitung Cepat) yang telah didaftarkan di hak cipta. Dalam buku ini berisi mengenai menghitung dengan jari tangan dan aneka berhitung cepat. Metode ini juga di sosialisasikan ke sekolah-sekolah sejak tahun 60-an dengan mengelilingi berbagai SD, SMP, SMU yang tersebar di seluruh tanah air guna mensimulasikan metode hand-sis ini. Hanya untuk sekarang ini metode Hensis jarang digunakan di sekolah - sekolah Indonesia karena terbentur kurikulum. Metode Hensis ini sekarang terbit dengan versi baru Kotang BH ( Komputer Jari - jari Tangan Berhitung ) dan Komputer Bayangan. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar